Langsung ke konten utama

Harapan dari sebuah Kubur Kosong (by Melody Tjan)

Mungkinkah ada sebuah negeri idaman
tanpa kejahatan dan korupsi
tanpa kerusakan barang dan pencurian
tanpa kemacetan dan kecelakaan lalu lintas
tanpa banjir dan gempa bumi
tanpa tumpukan sampah yang bau
tanpa cacat atau kanker
tanpa ratap tangis dan dukacita
tanpa kesenjangan sosial
tanpa pertengkaran
tanpa kebencian
tanpa kepura-puraan
tanpa kebosanan
tanpa kelelahan
tanpa kutu dan kecoak
tanpa semua yang membuat frustrasi
dan putus harap

Mungkinkah ada sebuah negeri idaman
yang atmosfirnya adalah sukacita
udaranya kedamaian dan kebaikan
penuh kreasi tiada henti
selalu ada tawa gembira
ada nada dan pelangi
persahabatan
penemuan-penemuan baru
pekerjaan yang menyenangkan
kesegaran
semangat
kemurahan
keadilan
kebenaran
keindahan
kebersihan
rasa aman
dan segala sesuatu yang membuat
gairah hidupmu tak pernah redup?

Mungkin katamu?
ada harapan dari sebuah kubur kosong
bahkan sebuah kepastian

Kristus telah mengalahkan maut
menggenggam kunci negeri idaman
Dia yang telah menaklukkan derita
membuka setapak menuju kota mulia

Dengarkan Dia
Ikuti jejak-Nya
Lepaskan istana pasirmu
karena ada istana sejati menantimu

Sekarang
ya, sekarang!

Ada harapan dari sebuah kubur kosong
bahkan sebuah kepastian
bahwa semua yang merantai hidupmu
telah hilang kuasanya
kemalasan
kelesuan
kekhawatiran
keserakahan
kesombongan
kebencian
kepahitan
kebengisan
ketakutan
kecanduan
kemesuman
kelicikan
kebohongan
keputusasaan

bahkan maut kehilangan sengatnya

engkau bebas
engkau merdeka
engkau bisa mengikuti jejak Sang Pembebas
berkata tidak pada bujukan dosa
tersenyum menang pada gertakan maut
dan mulai hidup seperti layaknya
warga negeri idaman itu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cita-cita oh... cita-citaku

Suatu waktu, aku dan beberapa teman pernah membahas tentang cita-cita. Kebanyakan cita-cita di masa kecil akan berubah kemudian ketika kita beranjak remaja dan pemuda. Bahkan ketika dewasa, kita bisa merubah cita-cita kita, atau ada cita-cita yang baru. Mengingat kembali diriku ketika masih di bangku sekolah, apa sih yang menjadi cita-citaku?.... let's get back to my history..... Hmmm...aku pernah begitu tertarik menjadi seorang penyanyi. Aku tidak tahu mengapa aku begitu tertarik menjadi penyanyi padahal suaraku juga ga bagus-bagus amat. Aku tidak pernah les vokal atau musik. Tentang musik atau vokal, semua aku dapatkan dari pelajaran di sekolah. Menjadi penyanyi dan terkenal sepertinya memang menyenangkan, itu pikirku pada awalnya. Lantas, aku berpikir ulang kembali. Aku melihat kehidupan para artis, ketika mereka manggung, itu pasti hal yang menyenangkan. Tetapi ketika berada di luar, mereka harus berhadapan dengan fans dan wartawan media....wouw....sepertinya hidup akan ...

Waktuku Ada di dalam TanganMu

Waktuku ada di dalam tanganMu; Allahku, aku berharap mereka ada di sana; Hidupku, teman-temanku, jiwaku, Aku serahkan seluruhnya kepada pemeliharaanMu. Waktuku ada di dalam tanganMu, Entah menjadi seperti apapun mereka; Menyenangkan atau menyakitkan, gelap atau terang, Yang penting terlihat baik bagiMu. Waktuku ada di dalam tanganMu; Mengapa aku harus bimbang atau takut? Tangan Bapaku tidak akan pernah menyebabkan anakNya menangis tak berguna Waktuku ada di dalam tanganMu, Yesus yang tersalib; Kedua tangan itu dimana kejamnya dosaku telah terpaku Sekarang menjadi penjaga dan pembimbingku. ~ William F. Lloyd, 1824 Tuhan aku bersyukur bahwa Engkau telah merancangkan yang terbaik untuk kehidupanku. Terkadang ketika aku menghadapi hal-hal yang sulit, sukar, kesakitan, susah, kecewa baik yang terjadi pada diriku ataupun yang aku lihat pada orang lain. Aku terkadang tidak dapat memahami. Tapi aku mau belajar memahami meskipun sulit sekali hikmat itu dimengerti, aku ...