Langsung ke konten utama

"Hanya Inilah"

Sudah hampir setahun Dansa dan Dandu break.
Dandu memang sudah bilang bahwa ia tidak bisa memberi lebih pada hubungan kami. Yang dikarenakan faktor eksternal.
Dansa hanya terdiam. Tidak mengerti, ingin bertanya tetapi tidak bisa, jawaban apa yang bakal Dansa terima? Ini seperti halnya kau ingin bermimpi tetapi mimpimu dihalang, kau tidak boleh memimpikan terlalu ke depan. Jalanmu seakan sudah ditutup dengan tembok. Yah mungkin seperti itulah, kau tidak boleh melihat, mengetahui bahkan menginginkan apa yang terjadi didepannya. Dansa seperti berdiri di depan tembok.
Seperti yang pernah Dansa bilang, Dansa tetap menunggu Dandu. Dansa tetap menunggu dan memberikan cinta Dansa yang mungkin dipandang biasa oleh Dandu. Tetapi jika menurut Dandu menjadi hal yang meresahkan, Dansa minta maaf dan akan menjauh. Dan Dansa menyadari bahwa itu berarti Dansa sudah tidak berarti di hati Dandu. Mungkin juga itu disebabkan kesalahan Dansa. Serta Dandu mungkin tidak menerima kesempatan kedua, mungkin tidak sanggup membangunnya kembali, mungkin terlalu berat. Dansa tidak ingin membebani. Mungkin itu berarti seharusnya dari awal Dandu dan Dansa tidak pernah ada. Ya tidak pernah ada nama itu.
Yang terpenting Dandu harus mendahulukan panggilan Dandu dulu. Juga panggilan keluarga. Jika suatu saat... Dandu diminta mencari pasangan yang sesuai kebaikan bagi keluarga Dandu. Dan itu berarti tidak memilih Dansa. Karena Dansa tahu, Dansa telah melakukan kesalahan pada keluarga Dandu. Nila setitik kesalahan Dansa membuat rusak harapan Dansa. Dansa tahu tidak akan ada lagi kesempatan kedua. Walaupun Dansa sejujurnya masih berharap mendapatkan belas kasihan untuk kesempatan kedua. Tapi...apakah bisa?
Jika nantinya Dansa mendapat belas kasihan tersebut, kesempatan kembali itu...Dansa sungguh bersyukur. Dansa akan menggunakan kesempatan kedua ini sebaik-baiknya.
Tapi....
Dansa merasa tidak ada kesempatan itu terjadi pada diri Dansa.
Akankah Dandu menerima permohonan Dansa?
Mungkin jawabannya adalah tidak. Dansa harus menerima bahwa Dandu tidak dapat memberi lebih pada hubungan ini. Dansa harus menerima bahwa apa yang dikatakan Dandu dahulu sudah tidak berarti apa-apa. Sudah tidak ada cinta sepenuh hati, tidak ada cinta yang berkomitmen, cinta yang seperti menanam tanaman. Mudah dikatakan tetapi sulit dilakukan, sulit untuk melakukan perjuangan, terlalu riskan.

Tuhan....
Dansa takut bertanya padaMu soal hari depan.
Dansa takut memimpikan hari depan.
Dansa takut salah harapan, salah berharap.
Takut jika tidak sesuai dengan kehendakMu.
Dansa butuh ketenangan.
Dansa hanya ingin bilang bahwa Dansa mencintai Tuhan.
Tuhan pasti sayang Dandu dan Dansa.
Kuatkanlah iman Dansa. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Waktuku Ada di dalam TanganMu

Waktuku ada di dalam tanganMu; Allahku, aku berharap mereka ada di sana; Hidupku, teman-temanku, jiwaku, Aku serahkan seluruhnya kepada pemeliharaanMu. Waktuku ada di dalam tanganMu, Entah menjadi seperti apapun mereka; Menyenangkan atau menyakitkan, gelap atau terang, Yang penting terlihat baik bagiMu. Waktuku ada di dalam tanganMu; Mengapa aku harus bimbang atau takut? Tangan Bapaku tidak akan pernah menyebabkan anakNya menangis tak berguna Waktuku ada di dalam tanganMu, Yesus yang tersalib; Kedua tangan itu dimana kejamnya dosaku telah terpaku Sekarang menjadi penjaga dan pembimbingku. ~ William F. Lloyd, 1824 Tuhan aku bersyukur bahwa Engkau telah merancangkan yang terbaik untuk kehidupanku. Terkadang ketika aku menghadapi hal-hal yang sulit, sukar, kesakitan, susah, kecewa baik yang terjadi pada diriku ataupun yang aku lihat pada orang lain. Aku terkadang tidak dapat memahami. Tapi aku mau belajar memahami meskipun sulit sekali hikmat itu dimengerti, aku ...

I Will Love You Now (Mark Read "A1")

Whatever life may bring What mountains we must climb The laughter we might share The times we stop and stare That beauty in your eyes The moments of surprise This is my promise to you Ah, when I think of all you sacrificed for me Ah, so humbled that it brings me to my knees And I, I will love you now With all that's inside of me And forever more I give my life to you As you, gave your life for me I, I will love you now Whatever tears may fall When worries cloud my smile I vowed we'd never part Then silence broke your heart Faith tried beyond belief But you were there for me Your grace is all that I need Ah, when I think of all you sacrificed for me Ah, so humbled that it brings me to my knees And I, I will love you now With all that's inside of me And forever more I give my life to you As you, gave your life for me I, I will love you now Who am I really to deserve this love You give to me I'm so amazed that you will Always be The...

Sepotong Cerita dalam Perjalanan di Hari Jumat

# Episode 11 Oktober 2013 Serangkaian susunan rute sudah tersimpan dan ter-agenda sejak kemarin. Hari ini aku harus ke Kramat Gantung mencari entah apa ini namanya, sejenis mika dari showcase gelato. Untung aja mbak Murzini dari Zinnia Printing pernah tahu tuh benda dapet dimana. Ya di Kramat Gantung, jadi nyusuri aja tuh jalan, ntar dapat. Begitu yang dikatakan dari cerita anak-anak buahnya. Setelah dari sana aku ke Blessing lalu ke Riana hehehehe...aku mo' rapikan ini alis. Sepertinya memang perlu dirapikan. Tapi ternyata, aku mendapat kabar dari Zinnia ada missing font dari file menu Chubo. Aduh padahal sdh aku convert. Mereka minta dikirim 2 font. Eh...tiba-tiba penasaran kok bisa missing font, jadi aku cek lagi filenya yang aku ambil dari email. Ya Tuhan, salah fileeeeee..... hadeuh....untung bilang missing font, coba engga. Untung ini control panel font lama buanget bukanya jadi harus buka file. Maka aku ganti rencana...ganti rute, sekarang segera ke kantor Graha dan b...