Langsung ke konten utama

The Difference

Aku dapat forward2an dari rekan majalah Berkat yang bagus, ini tentang pria dan wanita... cukup membuatku tersenyum dan belajar, karena aku belum berkeluarga. Mungkin bisa jadi bahan kalo aku membuat renungan tentang keluarga (suatu saat nanti...)

WANITA bagi pria adalah:

1. Orang yang akan mendampingimu seumur hidup.

2. Orang yang akan melahirkan anak2mu, walau dengan penuh rasa sakit.

3. Orang yang merawatmu sampai tua.

4. Orang yang akan merawatmu pd saat kau sakit.

5. Orang yang akan selalu mendukung walau kau gagal berpuluh2 bahkan
beratus2 kali.

6. Orang yang memberikan hidupnya untukmu. Bahkan ia membuang egonya
demi bersamamu.

Bahkan saat kau menyakitinya, ia tetap berada di sampingmu..



Sedangkan PRIA bagi wanita adalah:

1. Orang yang akan menjagamu seumur hidupmu.

2. Orang yang berkorban untukmu.

3. Orang yang menafkahimu.

4. Orang yang merawatmu pd saat kau sakit.

5. Orang yang memelukmu pada saat kau sedih.

6. Orang yang ingin membuatmu bahagia.



Mereka sama berharganya, hanya saja mereka mempunyai “perbedaan“ yang
kadang membuat mereka menyakiti satu sama lain, dan itu hanya dapat
diatasi dengan pengertian dari kedua belah pihak.

Hidup itu singkat... Terlalu singkat untuk berbagai pertengkaran...
Mengapa tidak kau bahagiakan saja pasanganmu, dan mengisi hari2 kalian
dengan penuh cinta, dan membuat pasanganmu tersenyum lebih lebar tiap
harinya ?

Bukankah itu lebih baik dan bahagia dibanding saling menyakiti ? :)
Walaupun banyak hal, dimana kenyataannya tak mudah untuk dilalui,
bahkan terkadang enggan untuk melaluinya.



Melihat ke atas : memperoleh semangat untuk maju.

Melihat ke bawah : bersyukur atas semua yg ada.

Melihat ke samping : smangat kebersamaan.

Melihat ke belakang : sebagai pengalaman berharga.

Melihat ke dalam : untuk instropeksi &

Melihat ke depan : untuk menjadi lebih baik ...




Dari air kita belajar ketenangan.....

Dari batu kita belajar ketegaran.....

Dari tanah kita belajar kehidupan.....

Dari kupu-kupu kita belajar merubah diri.....

Dari padi kita belajar rendah hati.....




Dari TUHAN kita belajar tentang kasih yang sempurna......

Karena tidak ada orang yang sempurna !

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cita-cita oh... cita-citaku

Suatu waktu, aku dan beberapa teman pernah membahas tentang cita-cita. Kebanyakan cita-cita di masa kecil akan berubah kemudian ketika kita beranjak remaja dan pemuda. Bahkan ketika dewasa, kita bisa merubah cita-cita kita, atau ada cita-cita yang baru. Mengingat kembali diriku ketika masih di bangku sekolah, apa sih yang menjadi cita-citaku?.... let's get back to my history..... Hmmm...aku pernah begitu tertarik menjadi seorang penyanyi. Aku tidak tahu mengapa aku begitu tertarik menjadi penyanyi padahal suaraku juga ga bagus-bagus amat. Aku tidak pernah les vokal atau musik. Tentang musik atau vokal, semua aku dapatkan dari pelajaran di sekolah. Menjadi penyanyi dan terkenal sepertinya memang menyenangkan, itu pikirku pada awalnya. Lantas, aku berpikir ulang kembali. Aku melihat kehidupan para artis, ketika mereka manggung, itu pasti hal yang menyenangkan. Tetapi ketika berada di luar, mereka harus berhadapan dengan fans dan wartawan media....wouw....sepertinya hidup akan ...

Waktuku Ada di dalam TanganMu

Waktuku ada di dalam tanganMu; Allahku, aku berharap mereka ada di sana; Hidupku, teman-temanku, jiwaku, Aku serahkan seluruhnya kepada pemeliharaanMu. Waktuku ada di dalam tanganMu, Entah menjadi seperti apapun mereka; Menyenangkan atau menyakitkan, gelap atau terang, Yang penting terlihat baik bagiMu. Waktuku ada di dalam tanganMu; Mengapa aku harus bimbang atau takut? Tangan Bapaku tidak akan pernah menyebabkan anakNya menangis tak berguna Waktuku ada di dalam tanganMu, Yesus yang tersalib; Kedua tangan itu dimana kejamnya dosaku telah terpaku Sekarang menjadi penjaga dan pembimbingku. ~ William F. Lloyd, 1824 Tuhan aku bersyukur bahwa Engkau telah merancangkan yang terbaik untuk kehidupanku. Terkadang ketika aku menghadapi hal-hal yang sulit, sukar, kesakitan, susah, kecewa baik yang terjadi pada diriku ataupun yang aku lihat pada orang lain. Aku terkadang tidak dapat memahami. Tapi aku mau belajar memahami meskipun sulit sekali hikmat itu dimengerti, aku ...

Harapan dari sebuah Kubur Kosong (by Melody Tjan)

Mungkinkah ada sebuah negeri idaman tanpa kejahatan dan korupsi tanpa kerusakan barang dan pencurian tanpa kemacetan dan kecelakaan lalu lintas tanpa banjir dan gempa bumi tanpa tumpukan sampah yang bau tanpa cacat atau kanker tanpa ratap tangis dan dukacita tanpa kesenjangan sosial tanpa pertengkaran tanpa kebencian tanpa kepura-puraan tanpa kebosanan tanpa kelelahan tanpa kutu dan kecoak tanpa semua yang membuat frustrasi dan putus harap Mungkinkah ada sebuah negeri idaman yang atmosfirnya adalah sukacita udaranya kedamaian dan kebaikan penuh kreasi tiada henti selalu ada tawa gembira ada nada dan pelangi persahabatan penemuan-penemuan baru pekerjaan yang menyenangkan kesegaran semangat kemurahan keadilan kebenaran keindahan kebersihan rasa aman dan segala sesuatu yang membuat gairah hidupmu tak pernah redup? Mungkin katamu? ada harapan dari sebuah kubur kosong bahkan sebuah kepastian Kristus telah mengalahkan maut menggenggam kunci neger...