Langsung ke konten utama

"Mengasihi Salib-Nya"


Yesus sekarang mempunyai banyak kekasih di kerajaan sorga-Nya,
tetapi hanya beberapa pemikul salib-Nya.

      Dia mempunyai banyak orang yang menginginkan kenyamanan,
      tetapi hanya sedikit yang menginginkan cobaan.

Dia menemukan banyak teman di meja-Nya,
tetapi hanya sedikit yang ikut penyangkalan diri-Nya.

      Semua ingin bersukacita bersama-Nya,
      tetapi hanya sedikit yang bersedia untuk menanggung sesuatu bagi-Nya atau bersama-Nya.

Banyak yang mengikut Yesus ke pemecahan roti,
tetapi hanya sedikit yang mau ikut ke peminuman dari cawan penderitaan-Nya.

      Banyak yang mengagumi mujijat-mujijat-Nya,
      tetapi hanya sedikit yang mengikuti kehinaan dari salib-Nya.

Banyak yang mengasihi Yesus selama kesusahan-kesusahan tidak terjadi.
Banyak yang memuji Yesus dan memuliakan-Nya,
selama mereka menerima kenyamanan-kenyamanan dari-Nya.

      Tetapi kalau Yesus menyembunyikan diri-Nya sendiri,
      dan meninggalkan mereka hanya sebentar saja,
      mereka akan mengeluh atau akan merasa kecewa.

_______________________________________________________________________________________

Puisi ini menggambarkan dengan baik betapa buruknya jika kita berjumpa dengan Yesus hanya di depan salib-Nya dan hanya menadahkan tangan untuk menerima setiap berkat yang menetes dari situ saja. Kita harus terus mencoba mengalami perjumpaan di dalam salib-Nya dan di belakang salib-Nya. Secara utuh kita mengenal Yesus, tidak hanya sekedar mengenal kasih-Nya dan berkat2-Nya tetapi lebih dari itu lewat pengorbanan-Nya, penderitaan-Nya...untuk apa? untuk menyelamatkan kita orang yang berdosa ini. Dan supaya kita hidup oleh-Nya dan dalam kasih-Nya di dunia ini. Roh Kudus akan memampukan kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cita-cita oh... cita-citaku

Suatu waktu, aku dan beberapa teman pernah membahas tentang cita-cita. Kebanyakan cita-cita di masa kecil akan berubah kemudian ketika kita beranjak remaja dan pemuda. Bahkan ketika dewasa, kita bisa merubah cita-cita kita, atau ada cita-cita yang baru. Mengingat kembali diriku ketika masih di bangku sekolah, apa sih yang menjadi cita-citaku?.... let's get back to my history..... Hmmm...aku pernah begitu tertarik menjadi seorang penyanyi. Aku tidak tahu mengapa aku begitu tertarik menjadi penyanyi padahal suaraku juga ga bagus-bagus amat. Aku tidak pernah les vokal atau musik. Tentang musik atau vokal, semua aku dapatkan dari pelajaran di sekolah. Menjadi penyanyi dan terkenal sepertinya memang menyenangkan, itu pikirku pada awalnya. Lantas, aku berpikir ulang kembali. Aku melihat kehidupan para artis, ketika mereka manggung, itu pasti hal yang menyenangkan. Tetapi ketika berada di luar, mereka harus berhadapan dengan fans dan wartawan media....wouw....sepertinya hidup akan ...

Waktuku Ada di dalam TanganMu

Waktuku ada di dalam tanganMu; Allahku, aku berharap mereka ada di sana; Hidupku, teman-temanku, jiwaku, Aku serahkan seluruhnya kepada pemeliharaanMu. Waktuku ada di dalam tanganMu, Entah menjadi seperti apapun mereka; Menyenangkan atau menyakitkan, gelap atau terang, Yang penting terlihat baik bagiMu. Waktuku ada di dalam tanganMu; Mengapa aku harus bimbang atau takut? Tangan Bapaku tidak akan pernah menyebabkan anakNya menangis tak berguna Waktuku ada di dalam tanganMu, Yesus yang tersalib; Kedua tangan itu dimana kejamnya dosaku telah terpaku Sekarang menjadi penjaga dan pembimbingku. ~ William F. Lloyd, 1824 Tuhan aku bersyukur bahwa Engkau telah merancangkan yang terbaik untuk kehidupanku. Terkadang ketika aku menghadapi hal-hal yang sulit, sukar, kesakitan, susah, kecewa baik yang terjadi pada diriku ataupun yang aku lihat pada orang lain. Aku terkadang tidak dapat memahami. Tapi aku mau belajar memahami meskipun sulit sekali hikmat itu dimengerti, aku ...

Harapan dari sebuah Kubur Kosong (by Melody Tjan)

Mungkinkah ada sebuah negeri idaman tanpa kejahatan dan korupsi tanpa kerusakan barang dan pencurian tanpa kemacetan dan kecelakaan lalu lintas tanpa banjir dan gempa bumi tanpa tumpukan sampah yang bau tanpa cacat atau kanker tanpa ratap tangis dan dukacita tanpa kesenjangan sosial tanpa pertengkaran tanpa kebencian tanpa kepura-puraan tanpa kebosanan tanpa kelelahan tanpa kutu dan kecoak tanpa semua yang membuat frustrasi dan putus harap Mungkinkah ada sebuah negeri idaman yang atmosfirnya adalah sukacita udaranya kedamaian dan kebaikan penuh kreasi tiada henti selalu ada tawa gembira ada nada dan pelangi persahabatan penemuan-penemuan baru pekerjaan yang menyenangkan kesegaran semangat kemurahan keadilan kebenaran keindahan kebersihan rasa aman dan segala sesuatu yang membuat gairah hidupmu tak pernah redup? Mungkin katamu? ada harapan dari sebuah kubur kosong bahkan sebuah kepastian Kristus telah mengalahkan maut menggenggam kunci neger...