Langsung ke konten utama

Gereja oh gereja....

Salah satu tulisan yang kutemukan di grup temu raya pemuda GKI. Seseorang menuliskan demikian karena keprihatinannya terhadap temannya yang berpindah keyakinan karena kurang pekanya gereja terhadap temannya ini.
Ketika gereja sudah mulai sibuk dengan kegiatan,
Ketika pelayanan sudah berorientasi pada profesi,
Ketika panggilan sudah tidak lagi menjadi motivasi,
Ketika kebersamaan sudah mulai menghilangkan pembinaan,
Ketika pembinaan mengesampingkan kebersamaan,
Ketika kita bersenang-senang sementara di sekitar orang-orang yang butuh perhatian, dan
Ketika kita punya kerinduan untuk belajar Firman Tuhan tetapi mengabaikan orang yang terpuruk.
Semua ini menghasilkan banyaknya orang yang telah meninggalkan keKristenan oleh karena kita hanya berorientasi pada diri sendiri dan karena ketidakpedulian kita dengan mereka yang seharusnya membutuhkan bantuan dan perhatian dari kita.

Mari kita belajar peduli dengan orang lain seperti Kristus telah peduli dengan kita.
Mari kita belajar berbagi hidup dengan mereka yang terpuruk sehingga kasih Kristus juga boleh mereka rasakan dalam keterpurukannya.

 
Sungguh tulisan yang menggugah kita, bahwa sekarang yang namanya kepedulian menjadi kurang ditemukan. Padahal gereja adalah sebuah persekutuan orang percaya. Tidak disebutkan di Alkitab, orang percayanya kaya atau miskin, pintar atau bodoh, sehat atau sakit-sakitan, pengusaha atau tukang becak. KIta harus memandang semua adalah saudara kita di dalam Tuhan. Dan sikap KASIH pun harus ditunjukkan dalam kepedulian sehingga nantinya mereka yang kita pedulikan bisa memberikan kepedulian yang sama kepada sesamanya.
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cita-cita oh... cita-citaku

Suatu waktu, aku dan beberapa teman pernah membahas tentang cita-cita. Kebanyakan cita-cita di masa kecil akan berubah kemudian ketika kita beranjak remaja dan pemuda. Bahkan ketika dewasa, kita bisa merubah cita-cita kita, atau ada cita-cita yang baru. Mengingat kembali diriku ketika masih di bangku sekolah, apa sih yang menjadi cita-citaku?.... let's get back to my history..... Hmmm...aku pernah begitu tertarik menjadi seorang penyanyi. Aku tidak tahu mengapa aku begitu tertarik menjadi penyanyi padahal suaraku juga ga bagus-bagus amat. Aku tidak pernah les vokal atau musik. Tentang musik atau vokal, semua aku dapatkan dari pelajaran di sekolah. Menjadi penyanyi dan terkenal sepertinya memang menyenangkan, itu pikirku pada awalnya. Lantas, aku berpikir ulang kembali. Aku melihat kehidupan para artis, ketika mereka manggung, itu pasti hal yang menyenangkan. Tetapi ketika berada di luar, mereka harus berhadapan dengan fans dan wartawan media....wouw....sepertinya hidup akan ...

Waktuku Ada di dalam TanganMu

Waktuku ada di dalam tanganMu; Allahku, aku berharap mereka ada di sana; Hidupku, teman-temanku, jiwaku, Aku serahkan seluruhnya kepada pemeliharaanMu. Waktuku ada di dalam tanganMu, Entah menjadi seperti apapun mereka; Menyenangkan atau menyakitkan, gelap atau terang, Yang penting terlihat baik bagiMu. Waktuku ada di dalam tanganMu; Mengapa aku harus bimbang atau takut? Tangan Bapaku tidak akan pernah menyebabkan anakNya menangis tak berguna Waktuku ada di dalam tanganMu, Yesus yang tersalib; Kedua tangan itu dimana kejamnya dosaku telah terpaku Sekarang menjadi penjaga dan pembimbingku. ~ William F. Lloyd, 1824 Tuhan aku bersyukur bahwa Engkau telah merancangkan yang terbaik untuk kehidupanku. Terkadang ketika aku menghadapi hal-hal yang sulit, sukar, kesakitan, susah, kecewa baik yang terjadi pada diriku ataupun yang aku lihat pada orang lain. Aku terkadang tidak dapat memahami. Tapi aku mau belajar memahami meskipun sulit sekali hikmat itu dimengerti, aku ...

Harapan dari sebuah Kubur Kosong (by Melody Tjan)

Mungkinkah ada sebuah negeri idaman tanpa kejahatan dan korupsi tanpa kerusakan barang dan pencurian tanpa kemacetan dan kecelakaan lalu lintas tanpa banjir dan gempa bumi tanpa tumpukan sampah yang bau tanpa cacat atau kanker tanpa ratap tangis dan dukacita tanpa kesenjangan sosial tanpa pertengkaran tanpa kebencian tanpa kepura-puraan tanpa kebosanan tanpa kelelahan tanpa kutu dan kecoak tanpa semua yang membuat frustrasi dan putus harap Mungkinkah ada sebuah negeri idaman yang atmosfirnya adalah sukacita udaranya kedamaian dan kebaikan penuh kreasi tiada henti selalu ada tawa gembira ada nada dan pelangi persahabatan penemuan-penemuan baru pekerjaan yang menyenangkan kesegaran semangat kemurahan keadilan kebenaran keindahan kebersihan rasa aman dan segala sesuatu yang membuat gairah hidupmu tak pernah redup? Mungkin katamu? ada harapan dari sebuah kubur kosong bahkan sebuah kepastian Kristus telah mengalahkan maut menggenggam kunci neger...