Langsung ke konten utama

Episode observasi & refreshing : Kebun Bibit oh Tamanku yang kucinta....

Lihat kebunku penuh dengan bunga....
Ada yang putih dan ada yang merah...

mungkin aku ganti begini aja liriknya,

Lihat kebun bibit penuh dengan pohon
Ada pohon besar ada pohon kecil....

Ternyata oh ternyata aku semakin mencintai tempat ini. Loveeee bangetttt....liburan disini oke juga, seharian disini oke juga, kerja disini wah oke juga...asal jangan pas hujan. Mungkin kalau pas hujan berteduh di kantornya atau di pendopo, sambil ditemani suara rintik hujan...ah menyenangkan sekali saudara-saudara.
Mungkin juga perlu perbaikan di sana sini serta pemeliharaan yang cukup intens, pasti aku bisa jatuh...jatuh...jatuh eh kok jatuh harusnya bangun...bangun...bangun rasa cintaku pada kebun ini. Syukur puji Tuhan, kebun ini pernah hampir mo' digusur. Padahal aku belum pernah lihat ini kebun padahal sudah kepingin juga dari dulu.

Ketika aku menulis, ini kedua kalinya aku ke sana, dan sekarang sendirian perginya. :p Ya, aku ingin melihat lagi kira-kira permainan seperti apa yang nantinya akan kubagikan pada anak-anak sekolah minggu. Andai aku punya anak kelak, ta bawa ke taman, ta bawa lihat kolam ikan, tumbuhan-tumbuhan, bermain, ya gitulah. Aku ingin anakku mencintai lingkungan, mencintai karya Tuhan yang sungguh luar biasa ini. Pokoknya amazing deh...

Apalagi dibagian tertentu terdapat tanaman-tanaman obat, wah menyenangkan sekali. Seandainya aku juga bisa menanam seperti itu di rumah.Pasti akan sangat banyak manfaatnya. tetapi itu juga perlu waktu...oh waktu, ternyata waktuku sudah penuh. hahaha...bisa-bisa aku menyenangi hal-hal berbau 'gardening'. Aku sudah jatuh cinta dengan bunga hidup beberapa waktu yang lalu. Bahkan ketika ke toko bunga (florist), tak habis-habisnya aku mengagumi bunga-bunga, daun-daun di sana. Banyak sekali warnanya. Rasanya orang yang bekerja di toko bunga ini tidak akan pernah bosan kalau orang ini sangat mencintai bunga. Akan selalu membuat orang tersenyum. Jauh-jauh deh rasa marah dan kepenatan....mungkin loh.. Itu versiku, mungkin tidak sama dengan versi orang lain pada umumnya.

Ini dia berjejer tanaman obat keluarga alias TOGA.
Menyenangkan bukan?
Ternyata satu tanaman bisa punya manfaat lebih dari satu manfaat, entah di daun atau di bunganya.
Menanam tanaman-tanaman seperti ini juga perlu pemeliharaan yang ekstra.







Nah ini salah satu sudut kebun dekat kantor kebun bibit, ternyata ada kolam kecil dengan patung...em patung siapa ya...seorang dewi lah.
Menyenangkan bukan....ga usah patung, cukup kolam dan batu-batuan jika itu ditaruh di rumah...oh...sungguh bakal home sweet home terus. Tapi ini pun juga perlu perawatan ekstra. Siapa sih yang tertarik dengan kolam tapi ternyata banyak sampahnya...pasti sampah itu harus dibuang dulu.
 Hari ini aku tertarik dengan salah satu bentuk bangku taman. Bangku ini dibuat setengah lingkaran dan ditaruh dibawah pohon. Seperti bangku dari komedi putar ya...tapi jujur kalo duduk disitu nyamannnnnn banget. Senyaman di sofa deh. Tapi sofa tidak akan pernah cocok dengan nuansa kebun disini. Asal jangan diduduki kalo kursi ini kena panas matahari. Karena pasti akan kepanasan.
Sudut taman yang lain, triangle spot. Karena pilarnya ada tinga jadi aku bilang triangle spot. Menyenangkan juga duduk disini. Ada kejadian yang tidak aku duga ketika berada di sini. Termasuk ketika aku melihat pohon dengan bunga-bunga kuningnya. Aku tidak tahu itu pohon apa. Tetapi yang menarik perhatianku adalah ada seekor Tu-pai. Iya tupai...sekitar 2-3 ekor tupai memanjat pohon dan berlarian di dahan-dahan pohon. Lucu juga melihat tingkah mereka, sehingga kepalaku yang menengadah pun sudah entah berapa lama dan ga capek. Ah...dasar diriku...hehehe.

So, itulah perjalanan observasiku di kebun bibit. Rasanya kalau diajak lagi aku oke-oke aja. Atau aku pun juga akan mem-planning-kan untuk bisa ke kebun bibit lagi. Sayangnya ada beberapa signage perlu dirombak atau perlu diprintkan yang baru.

Tetapi aku bersyukur bisa sempat ke tempat ini. It's so amazing to see God's creations.
Thank you God buat hari ini....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cita-cita oh... cita-citaku

Suatu waktu, aku dan beberapa teman pernah membahas tentang cita-cita. Kebanyakan cita-cita di masa kecil akan berubah kemudian ketika kita beranjak remaja dan pemuda. Bahkan ketika dewasa, kita bisa merubah cita-cita kita, atau ada cita-cita yang baru. Mengingat kembali diriku ketika masih di bangku sekolah, apa sih yang menjadi cita-citaku?.... let's get back to my history..... Hmmm...aku pernah begitu tertarik menjadi seorang penyanyi. Aku tidak tahu mengapa aku begitu tertarik menjadi penyanyi padahal suaraku juga ga bagus-bagus amat. Aku tidak pernah les vokal atau musik. Tentang musik atau vokal, semua aku dapatkan dari pelajaran di sekolah. Menjadi penyanyi dan terkenal sepertinya memang menyenangkan, itu pikirku pada awalnya. Lantas, aku berpikir ulang kembali. Aku melihat kehidupan para artis, ketika mereka manggung, itu pasti hal yang menyenangkan. Tetapi ketika berada di luar, mereka harus berhadapan dengan fans dan wartawan media....wouw....sepertinya hidup akan ...

Waktuku Ada di dalam TanganMu

Waktuku ada di dalam tanganMu; Allahku, aku berharap mereka ada di sana; Hidupku, teman-temanku, jiwaku, Aku serahkan seluruhnya kepada pemeliharaanMu. Waktuku ada di dalam tanganMu, Entah menjadi seperti apapun mereka; Menyenangkan atau menyakitkan, gelap atau terang, Yang penting terlihat baik bagiMu. Waktuku ada di dalam tanganMu; Mengapa aku harus bimbang atau takut? Tangan Bapaku tidak akan pernah menyebabkan anakNya menangis tak berguna Waktuku ada di dalam tanganMu, Yesus yang tersalib; Kedua tangan itu dimana kejamnya dosaku telah terpaku Sekarang menjadi penjaga dan pembimbingku. ~ William F. Lloyd, 1824 Tuhan aku bersyukur bahwa Engkau telah merancangkan yang terbaik untuk kehidupanku. Terkadang ketika aku menghadapi hal-hal yang sulit, sukar, kesakitan, susah, kecewa baik yang terjadi pada diriku ataupun yang aku lihat pada orang lain. Aku terkadang tidak dapat memahami. Tapi aku mau belajar memahami meskipun sulit sekali hikmat itu dimengerti, aku ...

Harapan dari sebuah Kubur Kosong (by Melody Tjan)

Mungkinkah ada sebuah negeri idaman tanpa kejahatan dan korupsi tanpa kerusakan barang dan pencurian tanpa kemacetan dan kecelakaan lalu lintas tanpa banjir dan gempa bumi tanpa tumpukan sampah yang bau tanpa cacat atau kanker tanpa ratap tangis dan dukacita tanpa kesenjangan sosial tanpa pertengkaran tanpa kebencian tanpa kepura-puraan tanpa kebosanan tanpa kelelahan tanpa kutu dan kecoak tanpa semua yang membuat frustrasi dan putus harap Mungkinkah ada sebuah negeri idaman yang atmosfirnya adalah sukacita udaranya kedamaian dan kebaikan penuh kreasi tiada henti selalu ada tawa gembira ada nada dan pelangi persahabatan penemuan-penemuan baru pekerjaan yang menyenangkan kesegaran semangat kemurahan keadilan kebenaran keindahan kebersihan rasa aman dan segala sesuatu yang membuat gairah hidupmu tak pernah redup? Mungkin katamu? ada harapan dari sebuah kubur kosong bahkan sebuah kepastian Kristus telah mengalahkan maut menggenggam kunci neger...