Langsung ke konten utama

Belajar dari Ayam



benar-benar mencintai
dan sungguh-sungguh mencintai
itu beda.
benar-benar mencintai itu
aku memang mencintaimu,
tapi aku juga mencintai yang lain.
sungguh-sungguh mencintai itu
aku memang benar-benar mencintaimu - dan tak ada
yang lain, hanya kamu... 

"Petrus, apakah engkau mencintai Aku?"


kontemplasi di sabtu siang,
di depan kampus
Institut Injil Indonesia
Kota Batu - 14 November 2015

oleh Yohanes Moeljadi Pranata 

Sebuah catatan yang kukutip dari FB pak Moel. 
Melihat fotonya...terus terang pingin sekali aku ke sana. Di Surabaya yang lagi panas-panasnya, aku butuh udara segar. Terkadang otakku rasanya sudah panas.
Ingin sekali merenung di tempat yang sunyi dan sejuk.
Di tengah sibuk-sibuknya kegiatan aku menyadari aku telah jauh dari cinta sejatiku.
Aku benar-benar hanya mencintai tetapi tidak sungguh-sungguh mencintai...
Aku ingin sekali kembali menyatakan sungguh2 mencintai-Mu Tuhan.
Oh Tuhan tolong aku....Kau pasti sudah merasa benar2 telah ditipu oleh cintaku. Aku memang pantas disebut pengkhianat cinta Mu Tuhan. :(

Aku sadar, aku banyak melakukan kesalahan. Dan sudah banyak kesalahanku. Ampunilah aku ya Tuhan...Walopun aku tidak dapat ke tempat yang teduh itu...biarlah di sini aku belajar kembali sungguh-sungguh mencintai-Mu. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Harapan dari sebuah Kubur Kosong (by Melody Tjan)

Mungkinkah ada sebuah negeri idaman tanpa kejahatan dan korupsi tanpa kerusakan barang dan pencurian tanpa kemacetan dan kecelakaan lalu lintas tanpa banjir dan gempa bumi tanpa tumpukan sampah yang bau tanpa cacat atau kanker tanpa ratap tangis dan dukacita tanpa kesenjangan sosial tanpa pertengkaran tanpa kebencian tanpa kepura-puraan tanpa kebosanan tanpa kelelahan tanpa kutu dan kecoak tanpa semua yang membuat frustrasi dan putus harap Mungkinkah ada sebuah negeri idaman yang atmosfirnya adalah sukacita udaranya kedamaian dan kebaikan penuh kreasi tiada henti selalu ada tawa gembira ada nada dan pelangi persahabatan penemuan-penemuan baru pekerjaan yang menyenangkan kesegaran semangat kemurahan keadilan kebenaran keindahan kebersihan rasa aman dan segala sesuatu yang membuat gairah hidupmu tak pernah redup? Mungkin katamu? ada harapan dari sebuah kubur kosong bahkan sebuah kepastian Kristus telah mengalahkan maut menggenggam kunci neger...

Cita-cita oh... cita-citaku

Suatu waktu, aku dan beberapa teman pernah membahas tentang cita-cita. Kebanyakan cita-cita di masa kecil akan berubah kemudian ketika kita beranjak remaja dan pemuda. Bahkan ketika dewasa, kita bisa merubah cita-cita kita, atau ada cita-cita yang baru. Mengingat kembali diriku ketika masih di bangku sekolah, apa sih yang menjadi cita-citaku?.... let's get back to my history..... Hmmm...aku pernah begitu tertarik menjadi seorang penyanyi. Aku tidak tahu mengapa aku begitu tertarik menjadi penyanyi padahal suaraku juga ga bagus-bagus amat. Aku tidak pernah les vokal atau musik. Tentang musik atau vokal, semua aku dapatkan dari pelajaran di sekolah. Menjadi penyanyi dan terkenal sepertinya memang menyenangkan, itu pikirku pada awalnya. Lantas, aku berpikir ulang kembali. Aku melihat kehidupan para artis, ketika mereka manggung, itu pasti hal yang menyenangkan. Tetapi ketika berada di luar, mereka harus berhadapan dengan fans dan wartawan media....wouw....sepertinya hidup akan ...

Lima tahun Menahan Sakit

Baru kemarin aku memeriksakan kembali Kista yang ada dalam tubuhku. Dan.... Masih ada pengobatan demi pengobtan yang harus aku jalani. Dokter Ariawan mengatakan bahwa nanti mungkin setelah minum obat Visanne ini 3-4 periode. You know how much this medicine? Rp. 486.000,- Aku kemudian harus mnum pil KB atau lebih baik aku menikah. Operasi? Beliau tidak menyarankan karena percuma, hormon ditubuhku tetap saja akan menghasilkan kista itu akan tubuh. Biaya operasi sekitar 25-35 juta. Ya Tuhan...aku hanya bisa berjalan dengan langkah gontai. Kenapa pilihannya sungguh sulit. Aku tidak punya uang sebanyak itu. Sekalipun aku menikah, itu juga biaya yang besar dan tidak serta merta jadi besok atau bulan depan atau tahun depan aku menikah. Dengan siapa aku menikah. Apakah aku menikah hanya karena supaya aku terbebas dari kista ini? Lupakan saja tentang menikah. Mama pasti tidak akan menyetujui sekalipun hidupku akan sekarat pun demi memenuhi permintaanku. Rasanya tidak, mama pasti ak...