Langsung ke konten utama

Ungkapan Hatiku Kepadamu

Menyukai seseorang tetapi kemudian orang tersebut tidak kembali menyukai
Tentu terasa sakit dan kecewa. Terkadang mengetahuinya akrab dengan yang lain membuatku menjadi aku kalah dari orang tersebut. Apa aku memang tidak layak yah? Seandainya dia bisa mengatakan tersebut. Apa perempuan yang berusaha untuk mempertahankan dan memperbaiki hubungan itu tidak diminati yah? Lebih baik mencari yang baru? Apakah pandangannya seperti itu? Ya, mungkin saja ada banyak yang lebih baik dari diriku. Dan menganggap yang lalu adalah sebuah kesalahan dalam melangkah. Ah, andai saja engkau tahu dengan siapa engkau melangkah. Yang aku tahu, dahulu kita berusaha bersama-sama melangkah. Terkadang aku ingin ke kiri, engkau ke kanan. Namun, kita selalu berusaha mengambil jalan tengah. Aku berusaha untuk tidak egois terhadap keinginan diri. Rasanya jika aku melakukan kesalahan atau tidak sepaham membuatku bersedih. Ya, suatu kesedihan bagaimana aku bisa menyakiti atau membuat keadaan menjadi runyam. Bagaimana aku bisa membuat kesalahan seperti ini. Mungkin aku belum ada pengalaman. Menjalin hubungan dengan pria secara khusus. Sedangkan engkau telah mempunyai banyak pengalaman. Bahkan secara status pun aku tidak engkau akui sekalipun engkau telah menyatakan cinta. Aku pikir jika seorang memanggil dengan sebutan sayang dan yang pernah menyatakan i love you, aku pikir dia telah menyukaiku dan jika aku menyatakan hal yang sama maka aku pikir kita telah jadian. Aku tahu aku masih punya sedikit pemahaman tentang hal ini. Aku sendiri tidak tahu apakah sebenarnya dalam hatimu aku hanya sementara saja? Seperti yang pernah aku alami sebelumnya. Mungkin karena ceritaku tentang sebelumnya engkau berpikir aku adalah perempuan yang kuat. Yang bisa melewati berbagai macam masalah hidup. Aku tidak tahu, tapi sepertinya cap "wonder women" telah melekat di diriku. Engkau pernah berkata aku perempuan yang lembut hatinya. Sebelumnya pun pernah berkata demikian. Hanya saja aku berpikir apakah kalian berpikir wanita yang lembut adalah wanita yang kuat? Mungkin cerita tentang aku yang menangis sendiri di tengah malam mengenai hal-hal ini tidak engkau ketahui atau engkau lalukan. Tidak apa-apa. Aku tidak ingin engkau mengingat kesedihanku. Yang ingin engkau ingat pasti kegembiraanku. Keputusan yang telah engkau buat terhadap ku seperti seorang hakim yang memutuskan perkara seseorang yang sebenarnya tidak jelas. Tidak melewati jalan perdamaian, dan hanya keinginan mu yang harus diperjuangkan. Namun keputusan ini mungkin terjadi ada faktor lain yang membuat mu harus melakukan ini. Aku harus menerima nya kan? Engkau menawarkan hubungan yang hanya sebatas teman dan sahabat, tidak lebih. Tidak bisa lebih, itu yang engkau tegaskan. Dan ketegasan itu yang membuat ku serasa hilang harapan. Engkau tidak membiarkan rasa cinta tumbuh besar. Engkau telah mengkerdilkan nya. Engkau tahu bagaimana rasanya jika cinta itu dikerdilkan? Aku yakin engkau punya pengalaman seperti itu. Engkau bisa menghadapinya dengan menumbuhkan tanaman baru dan tak mengingat yang lama. Namun tanaman ini berharap meski ia telah dikerdilkan, mungkin ada keajaiban ia bisa tumbuh. Mungkin juga tidak. Ya mungkin juga ia tetap kerdil. Dengan harapan nya yang tertanam jauh dibawah. Setidaknya ia masih bisa memberi perhatian kecil dengan bunga-bunga yang kecil, dengan daun-daun yang kecil. Yang mungkin tidak cukup menjadi minat atau menarik perhatian nya daripada tanaman baru yang lebih segar, lebih besar, lebih indah bunganya dan menarik untuk dicintai dan bertumbuh bersama. Ya kan? Tidak mengapa, itu wajar bagi setiap lelaki untuk mencari yang lebih baik, lebih cantik dan sempurna. Baik dari dalam dan luar. Yang aman untuk dicintai. Sedangkan untuk perempuan seperti aku, yang hanya bisa mengandalkan kesetiaan. Ya hanya kesetiaan saja yang aku punya. Mungkin itu pun akan kalah dengan kesetiaan yang baru yang engkau temui. Kecantikan ku akan punah. Engkau mungkin tidak akan tertarik lagi. Namun engkau tetap menarik bagiku. Karena aku ingin setia. Aku yakin dengan cinta ini. Mungkin bagimu ini egois. Aku hanya mengungkapkan apa yang ada dalam hati dan pikiranku. Bahwa semenjak bertemu denganmu, aku merasakan kasih sayang. Aku belum pernah merasakannya. Merasakanmu sebagai bagian dari hidup, sebagai teman, partner, sahabat sekaligus kekasih (walaupun hanya pengakuan sepihak). Ditengah perbedaan namun aku berusaha untuk mengimbangi. Aku berharap tidak berjalan terlalu cepat untuk ke jenjang berikutnya seperti yang dilakukan oleh orang-orang kebanyakan. Banyak hal yang harus kita persiapkan. Aku masih bisa mengerti dan memahami itu. Kita harus berjuang untuk penerimaan kita di keluarga, gereja dan masyarakat. Seperti perijinan gereja kan. Namun tentu saja bukan hal yang utama yang harus diperjuangkan, gereja dahulu, hubungan kita mungkin bisa ditempatkan terakhir. Mungkin ungkapan diatas masih terlihat egois dimatamu. Aku mengasihi mu, bahkan jika Tuhan berkenan, dan juga engkau berkenan, maukah engkau mengasihiku? Masih maukah engkau menerima cinta ini? Dari tanaman yang kerdil ini. Dari bunga dan daun yang kecil ini. Aku akan mengasihimu setulus hatiku. Karena engkau awalnya telah mengasihiku. Bagiku rasa cinta yang dulu pernah engkau beri begitu berarti. Bagaimana mungkin seorang pria berusia muda menyukai wanita yang faktanya 7 tahun lebih tua. Suatu hal yang membuatku sendiri heran terhadap kekaguman, rasa cinta engkau padaku. Dan aku menerimanya, aku ingin memelihara orang yang telah mencintaiku yang tanpa memandang hal perbedaan tersebut. 

Jika....jika sekarang hal tersebut dibalik. Aku yang mengagumimu, mencintaimu. Apakah menjadi berarti juga buatmu? Atau itu hanya hal biasa saja? Sekali lagi aku tidak ingin membuat engkau menjadi yang salah dan aku yang benar. Mungkin aku yang salah dan engkau yang benar. Atau mungkin kita terjebak dalam situasi tiada yang benar tiada yang salah atau terjebak dalam situasi bisa salah dan benar. Aku tahu hal ini akan membuat kita menjadi bingung. Namun, inilah yang ingin aku ungkapkan kepadamu. Betapa hatiku terasa sedih jika engkau sakit. Jika engkau kesal padaku itupun membuatku sedih, aku merasa aku bersalah kepadamu dan menyebabkan engkau kesal. Aku tidak ingin menyudutkanmu. Aku hanya ingin membicarakan bersama-sama, mencari jalan keluar terbaik. Jika engkau kesal itupun merupakan tanda bagiku supaya aku tidak egois. Aku berterimakasih untuk itu. Engkau telah mengingatkanku. Sekaligus aku minta maaf. Itulah mengapa aku mencintaimu, menyukaimu, menyayangimu. Engkau telah memberikan kesempatan untuk itu. 

Meski.... meskipun
- Sungguh, menuliskan kelanjutannya adalah hal yang sangat berat. Aku berharap aku bisa menerima nya.-
Meski engkau tidak memberi balasan terhadap cintaku. Aku tahu aku harus tetap menjadi kerdil bagimu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cita-cita oh... cita-citaku

Suatu waktu, aku dan beberapa teman pernah membahas tentang cita-cita. Kebanyakan cita-cita di masa kecil akan berubah kemudian ketika kita beranjak remaja dan pemuda. Bahkan ketika dewasa, kita bisa merubah cita-cita kita, atau ada cita-cita yang baru. Mengingat kembali diriku ketika masih di bangku sekolah, apa sih yang menjadi cita-citaku?.... let's get back to my history..... Hmmm...aku pernah begitu tertarik menjadi seorang penyanyi. Aku tidak tahu mengapa aku begitu tertarik menjadi penyanyi padahal suaraku juga ga bagus-bagus amat. Aku tidak pernah les vokal atau musik. Tentang musik atau vokal, semua aku dapatkan dari pelajaran di sekolah. Menjadi penyanyi dan terkenal sepertinya memang menyenangkan, itu pikirku pada awalnya. Lantas, aku berpikir ulang kembali. Aku melihat kehidupan para artis, ketika mereka manggung, itu pasti hal yang menyenangkan. Tetapi ketika berada di luar, mereka harus berhadapan dengan fans dan wartawan media....wouw....sepertinya hidup akan ...

Waktuku Ada di dalam TanganMu

Waktuku ada di dalam tanganMu; Allahku, aku berharap mereka ada di sana; Hidupku, teman-temanku, jiwaku, Aku serahkan seluruhnya kepada pemeliharaanMu. Waktuku ada di dalam tanganMu, Entah menjadi seperti apapun mereka; Menyenangkan atau menyakitkan, gelap atau terang, Yang penting terlihat baik bagiMu. Waktuku ada di dalam tanganMu; Mengapa aku harus bimbang atau takut? Tangan Bapaku tidak akan pernah menyebabkan anakNya menangis tak berguna Waktuku ada di dalam tanganMu, Yesus yang tersalib; Kedua tangan itu dimana kejamnya dosaku telah terpaku Sekarang menjadi penjaga dan pembimbingku. ~ William F. Lloyd, 1824 Tuhan aku bersyukur bahwa Engkau telah merancangkan yang terbaik untuk kehidupanku. Terkadang ketika aku menghadapi hal-hal yang sulit, sukar, kesakitan, susah, kecewa baik yang terjadi pada diriku ataupun yang aku lihat pada orang lain. Aku terkadang tidak dapat memahami. Tapi aku mau belajar memahami meskipun sulit sekali hikmat itu dimengerti, aku ...

Harapan dari sebuah Kubur Kosong (by Melody Tjan)

Mungkinkah ada sebuah negeri idaman tanpa kejahatan dan korupsi tanpa kerusakan barang dan pencurian tanpa kemacetan dan kecelakaan lalu lintas tanpa banjir dan gempa bumi tanpa tumpukan sampah yang bau tanpa cacat atau kanker tanpa ratap tangis dan dukacita tanpa kesenjangan sosial tanpa pertengkaran tanpa kebencian tanpa kepura-puraan tanpa kebosanan tanpa kelelahan tanpa kutu dan kecoak tanpa semua yang membuat frustrasi dan putus harap Mungkinkah ada sebuah negeri idaman yang atmosfirnya adalah sukacita udaranya kedamaian dan kebaikan penuh kreasi tiada henti selalu ada tawa gembira ada nada dan pelangi persahabatan penemuan-penemuan baru pekerjaan yang menyenangkan kesegaran semangat kemurahan keadilan kebenaran keindahan kebersihan rasa aman dan segala sesuatu yang membuat gairah hidupmu tak pernah redup? Mungkin katamu? ada harapan dari sebuah kubur kosong bahkan sebuah kepastian Kristus telah mengalahkan maut menggenggam kunci neger...